Republika Online: Alexa Meraih Mimpi

March 12th, 2009 by antomrsuperstar
Sabtu, 24 Januari 2009 pukul 12:06:00

Alexa Meraih Mimpi

Nama mereka bermakna seorang dewi Yunani yang merupakan pelindung para pria.

Semuanya bermula dari sambungan telepon. Suatu ketika, Adhika Prabu Aprianto atau akrab disapa Jmono menghubungi Nur Satriatama Moersid alias Satrio, mantan gitaris Maliq & D’essential, kawan lamanya yang bertemu sekitar empat tahun lalu ketika masih membantu grup musik bernama Parkdrive. 

Mereka pun membicarakan sebuah grup musik yang mampu bertahan lama di belantika musik dan terdiri atas orang-orang yang bermain musik untuk musik itu sendiri dan juga untuk orang banyak.

Konsep yang dibicarakan oleh Jmono dan Satrio itu kemudian berkembang hingga dua buah lagu berjudulJangan Kau Lepas dan Maafkanlah tercipta. Yakin dengan visi yang mereka usung, perburuan personel pun dilanjutkan.

Telepon genggam milik Fajar Arifan berdering. Kala itu dia masih bermain dengan grup musik metal bernama Stepforward. Dari sebuah obrolan tentang musik yang mereka inginkan, Fajar kemudian memutuskan untuk bergabung. Berlanjut dengan kesediaan Rizki Syarif untuk bergabung mengisi posisi gitar. Struktur band pun mulai lengkap: Jmono sebagai bassis, Satrio dan Rizki untuk gitar, serta Fajar pada drum. ”Masing-masing kita sebenarnya tidak saling kenal, tapi berawal dari Jmono yang kenal kita semua,” kata Fajar.

Yang masih kosong adalah posisi vokalis. Untuk mengisi posisi tersebut, mereka kemudian mengontak Ananda Riztantio alias Aqi yang saat itu masih sering manggung bersama grup musik akustiknya. Suatu malam empat orang yang sudah tergabung lebih dahulu itu datang dalam salah satu live performance Aqi. 

Seusai manggung, mereka kemudian membicarakan tentang konsep grup musik itu. ”Malamnya kitangobrol, besoknya langsung rekaman,” ujar Aqi. 

Akhirnya, pada 13 September 2007, Alexa terbentuk. Mereka menyimbolkan diri bak seorang balita di belantika musik. Hal ini kemudian mereka tuangkan dalam sampul album perdana mereka berupa seorang anak kecil dengan sayap kupu-kupunya sedang menatap ke atas. ”Meski baru, kita ingin meraih mimpi bersama dan terbang tinggi dengan mimpi-mimpi itu,” kata Fajar.

Tentang nama Alexa itu sendiri, menurut Fajar, merupakan hasil dari pencarian yang terus menerus gagal. ”Kita sempat bikin daftar nama band, tapi jelek dan aneh semua. Terus coba pakai nama orang tetap aneh juga, lalu kita putuskan untuk pakai nama perempuan saja. Daftar dibikin dan nama Alexa ini yang palingsreg,” kata Fajar.

Makna nama itu kemudian mereka cari di internet. Ternyata, Alexa adalah seorang dewi Yunani yang merupakan pelindung para pria. Selain itu, tujuan penggunaan nama perempuan adalah sebagai penyeimbang karena personel grup musik itu semuanya laki-laki. ”Kalau kita sudah laki-laki semua terus pakai nama laki-laki malah kesannya tambah sangar. Buat menghargai perempuan juga,” ujar Satrio.

Lirik Dulu, Musik Kemudian

Lagu Jangan Kau Lepas tercipta dari lirik lagu yang tuntas dalam waktu kurang dari dua menit. ”Inspirasinya dari Rizki yang nggak pernah mau disentuh sama cowok,” kata Satrio sambil tertawa bersama anggota Alexa yang lain.

Setelah lirik jadi, dia kemudian mengisi lagunya. Fajar mengisi drumnya, Jmono untuk bass, kemudian diberikan pada Rizki untuk gitar, dan terakhir pada Aqi yang menyanyikan dengan gaya dia sendiri. ”Hampir semua proses pembuatan lagu seperti itu. Lagu dilempar-lempar untuk diisi musiknya sesuai dengan kesukaan masing-masing,” papar Satrio. 

Saat masuk studio, semua melakukan idealismenya masing-masing. Mereka memainkan musik dengan cara mereka sendiri lalu digabungkan. Ternyata, justru dengan cara itu, mereka menyukai lagu-lagu yang dihasilkan.
Dari sisi cerita, lagu tersebut sebenarnya ingin menyampaikan bahwa cinta itu tidak hanya kasih sayang antara dua orang yang sedang berpacaran, tetapi juga pada pasangan kakek nenek yang terus saling mencintai hingga tua. Pun kasih sayang untuk teman dan saudara. ”Hal itu diterjemahkan dengan baik dalam video klip kita,” kata Aqi. 

Kekuatan Power Pop

Bila mendengar musik Alexa, tak dimungkiri ada cita rasa yang berbeda di sana. Tak pelak, inilah pengaruh perbedaan latar belakang bermusik personelnya. ”Si Jmono  agak dance, Satrio agak jazzy, Rizki yang lebihrock n roll, Aqi yang bluesy alternatif dan gue sendiri yang metal,” kata Fajar, sang penggebuk drum. 

Dari warna-warni itu, mereka lantas berpadu tanpa menghilangkan ciri masing-masing. ”Kalau musik Alexa ini didengarkan terpisah-pisah, maka akan kelihatan kalau drumnya itu keras, bassnya dance, gitarnya dari Rizki yang rock n roll, dan Satrio ada lead jazzy-nya. Semua digabung-gabung. Yang ditonjolkan ya gado-gadonya itu,” lanjutnya.

Dari hasil gado-gado itu, pada awalnya mereka belum mengetahui jenis musik yang mereka mainkan. ”Kita bikin musiknya dulu sampai kelar, sampai mau jadi album baru. Setelah itu mikir, kalau ditanya orang musiknya apa nih?” ungkap Satrio. 

Setelah mencari referensi, mereka menemukan istilah power pop yang sesuai dengan karakter mereka. ”Musik pop yang ber-power karena ada rock, blues, bahkan dance. Pop, tapi ada kekuatan dari masing-masing personelnya.”

Meski berbeda-beda, ”Tapi, rumahnya adalah Alexa,” kata Aqi, sang vokalis. c62

(-)

selamat berulangtahun ALEXA ku…

September 12th, 2008 by antomrsuperstar

hari ini setahun yg lalu di the trip kemang gw fajar rizki dan satrio berkumpul menonton perfomance aqi bersama Mike’s Apartement setelah udah cukup stress sekitar satu minggu karena vokalis yg sebelumnya direncanakan menjadi “upcoming” vokalis utk band yg belum bernama ini (ALEXA) mengundurkan diri. Sempat terbesit ide dari anak2 untuk mengangkat rizki menjadi vokalis ALEXA bahkan terbesit ide untuk menambah 1 orang gitaris lagi apabila rizki jadi pindah posisi menjadi vokalis ALEXA. Tapi hari itu ternyata takdir mengantarkan kita pada Aqi yang performancenya hari itu lgsg meyakinkan anak2 bahwa dialah vokalis yg layak untuk band ini. Dan pagi itu setahun yang lalu langsung kita sepakat untuk membangun band impian kita selama ini dan kita jadikan hari itu hari lahirnya ALEXA. Hari ini nggak berasa ALEXA udah berumur 1 tahun. Gw pribadi nggak nyangka juga sekarang Jangan pernah pergi, Dewi yang dulu sering gw kasih2 dgr ke temen2 di kampus sekarang udah jadi konsumsi umum. Bahkan sekarang ALEXA punya ALEXIS yg selalu setia support kita dimanapun kita beradaa. Alhamdulillah Tuhan. Selamat Ulang Tahun ALEXA….

Indonesia Selebriti.com: Alexa Jadwal Panggungnya Makin Padat

August 13th, 2008 by antomrsuperstar

Indonesiaselebriti.com, Senin 21 Juli 2008
Sebagai salah satu grup band yang terbilang baru, nama Alexa bisa dibilang sudah dikenal di telinga pecinta musik Tanah Air.

 

Lagu-lagunya
terbilang sangat easy listening, wajar saja jika saat ini penggemarnya
sudah lumayan banyak. Dan tawaran untuk manggung disebuah acara pun
juga makin sering diterima.

"Bersyukur sekarang-sekarang ini
jadwal konser Alexa makin padat," kata sang vokalis Aqi, saat ditemui
indonesiaselebriti di acara Grand Final Pemilihan Bintang Sekolah SHE,
di Margo City, Depok, Minggu (19/7) sore.

Bagi grup band yang
beranggotakan Satrio (Gitar), Fajar (Drum), Rizki (Guitar), Jmono
(Bass), dan Aqi (vokal) untuk menjadi seperti saat ini diperlukan
kekompakan antara masing-masing personelnya. "Tidak gampang untuk bisa
seperti sekarang ini. Kita bekerja keras dan saling menjaga bagaimana
untuk tetap solid,"tambah sang gitaris Satrio. (NSQ/indoseleb)

MakasarTerkini.com: Jangan Kau Lepas Alexa

August 6th, 2008 by antomrsuperstar

Selasa, 24 Juni 2008

Satu lagi hiburan yang dipersembahkan oleh A Mild, Friday Soundsation feat Alexa. Event yang digelar di Botol Musik (13/6) ini menghadirkan Alexa, band pendatang baru yang kini sedang naik daun. Band yang digawangi oleh JMono (bass), Fajar (drums), Rizki (gitar/backing vocal), Aqi (vocal), dan Satrio (guitar/backing vokal) ini tampil menghibur dengan membawakan delapan buah lagu dari album pertama mereka, seperti Kau Khianati, Biarkan Saja, Jangan Kau Lepas dan lain sebagainya. Disamping Alexa, Botolers juga disajikan penampilan dari Stars Indonesia Band, Matalinga Models dan DJ Phat dari Yogyakarta. Herlina/ Foto : Ansar Haris

Pro2fm Surabaya(Multiply): group band “Alexa ” di pro2fm surabaya

July 12th, 2008 by antomrsuperstar

Hari ini senin, 23 juni 2008 grup band baru yang semakin mewarnai
belantika musik Indonesia, ALEXA datang ke studio 95,2 RRI pro2fm
surabaya dalam program Pro2 Request time. Mitra pro2 (sebutan pendengar
radio pro2fm surabaya) bisa menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan
band ALEXA dan juga mereka bisa langsung request lagu-lagu dari album
ALEXA yang baru.

Personel Alexa sendiri beisi orang-orang lama
yang terdiri dari Ridzky (mantan personel Tiket), Satrio (mantan
personel Maliq & D’essentials), Rizki (Manis Sedap), JMono (mantan
personel Parkdrive) dan juga Fajar (Stepforward).

Band Alexa
sempat menjadi band pembuka konser "The Click Five" yang digelar di
Istora Senayan, pada Rabu malam (04 juni 08) dengan membawakan tembang
"Jangan Pernah Pergi" dan "Kau Khianati".

Pada hari ini juga
band Alexa akan manggung di kampus STIESIA Surabaya dalam rangka konser
A-Mild Live. Semoga Alexa dapat menjadi band yang semakin tangguh di
Indonesia dan sukses melahirkan lagu-lagu yang terkonsep dengan baik
dalam setiap album yang diluncurkan. Amin!!! Pro2fm Surabaya siap
menerima kunjungan Alexa di kemudian hari dan juga band2 lainnya yang
ikut mewarnai kanvas musik Indonesia.

script by renno rasdy - pro2fmsby
pic.by adhi - pro2fmsby

Fajar Online:Punya Penghasilan Sendiri dari Main Band

June 24th, 2008 by antomrsuperstar

            

               

            

            
            
             

             
             
                 Selasa, 17-06-08 | 21:14 | 3263

JMono, Bassis Alexa Band

JMono, salah satu personel Alexa Band angkat bicara soal tema kita hari
ini. Cowok yang sekarang lagi mempersiapkan diri untuk meraih gelar
sarjana ini mengaku kalau sejak SMA, dia jarang sekali minta uang saku
ke orangtua. Hal itu karena cowok yang sekarang lagi memulai mengoleksi
motor tua alias antik ini sudah bisa menghasilkan uang.

"Waktu SMA saya sudah mulai main band, jadi saya sudah bisa
menghasilkan uang walaupun tidak banyak," jelas cowok yang terdaftar
sebagai mahasiswa di Universitas Indonesia ini.

Walaupun sudah punya penghasilan sendiri, bukan berarti cowok yang
hobi nonton bola ini tidak pernah meminta uang ke orang tuanya. "Pernah
juga sih minta uang ke ortu, tapi itu untuk uang kuliah," terang anak
pertama dari tiga bersaudara ini.

Cowok yang baru kali ini menginjakkan kakinya di kota Daeng mengaku
kalau ia lebih memilih minta uang ke mace alias ibunya. " Kalau saya
sih lebih cenderung minta uang ke mace, di mana-mana yang mengurus
keuangan rumah tangga itu kan mace. So, saya pastinya mintanya ke
mace," jelas cowok kelahiran 23 April 1986 ini.

Cowok yang suka makan kepiting ini menambahkan kalau dirinya
cenderung memilih minta uang ke mace bukan karena dia tidak suka minta
ke pace, hanya saja karena dia dan pacenya jarang bertemu makanya dia
lebih gampang minta ke mace. "Iya, ayahku kan sibuk kerja, dia sering
keluar kota makanya saya tidak pernah minta uang sama ayah," tambah
cowok yang memilih fakultas hukum UI ini. (rm4)

            

Kompas Entertainment : Alexa: Usaha Mematangkan Peterpan

June 17th, 2008 by antomrsuperstar

                Rabu, 11/6/2008 | 18:01 WIB               

JAKARTA, RABU
- Jika grup-grup pop rock muda kita macam Peterpan, Nidji, dan Ungu
mengibarkan bendera musik itu dan menuai sukses, Alexa bisa dilihat
sebagai band yang mencoba melakukan pematangan terhadap
konsep grup-grup tersebut. Album Alexa menawarkan lagu-lagu pop-rock Indonesia yang berkiblat ke musik pop-rock ala Amerika dengan sound yang lebih padat dan disertai musikalitas yang mumpuni.

Bicara
soal mumpuni, kualitas permainan musik para personel Alexa tampaknya
tak perlu diragukan lagi, karena mereka bukan orang-orang baru dalam
industri musik Indonesia. Satrio, sang gitaris dan komposer di Alexa,
mantan gitaris band soul-jazz Maliq & d’Essentials. Jmono, pemain
pasnya, mantan personel grup acid jazz Parkdrive. Aqi (vokal) pernah
menghasilkan dua album bersama band Tiket. Fajar (drum), yang
berjenggot, sudah bertahun-tahun malang-melintang di kancah musik indie
dengan menjadi drummer untuk band-band Stepforward dan The Upstairs.
Terakhir, si gondrong Rizky, gitaris rhythm, pernah mendukung penyanyi-penyanyi Dewi Sandra dan Sania.

Kau Khianati merupakan pembuka yang cerdas untuk album Alexa. Lagu ini dimulai dengan suara dentuman layaknya dentuman bedug dan disambut oleh besetan distrosi gitar bergantian di line
kiri dan kanan. Lalu irama rock-alternatif membahana. Lagu ini
bercerita tentang pengkhianatan seorang perempuan terhadap kekasihnya.
Lagu ciptaan Satrio dan Jmono ini merupakan contoh lagu pop-rock yang
elegan.

Jangan Pernah Pergi, yang menjadi single pertamama Alexa, terdengar seperti ingin menyempurnakan pola lagu ala Peterpan. Dengan sound yang lebih matang dan permainan musik yang elegan, Jangan Pernah Pergi seakan ingin menunjukkan kedewasaan bermusik dari para personel Alexa.

Sementara itu, Jangan Kau Lepas, di track ketiga, merupakan contoh "pop Melayu" yang berpotensi menarik banyak telinga. Meski melodinya "Melayu", balutan sound dan aransemennya pekat dengan aroma rock Amerika.

Adapun lagu yang memiliki potensi kuat untuk menjadi superhit dalam beberapa bulan kedepan adalah Dewi, yang ada di track kedelapan. Lagu ini hanya dibalut sentuhan petikan gitar akustik bergaya rock-ballad era 80-an. Melodi dan progresi akordnya mengingatkan kita kepada lagu Overjoyed dari Stevie Wonder dan Love is on the Way
milik Saigon Kick, yang memang berjaya pada era 80-an. Saking
membiusnya lagu ini, salah satu produser film yang masih dirahasiakan
judulnya meminta lagu ini sebagai lagu tema film tersebut.

Selain materinya yang kuat, album ini juga memiliki kelebihan lain, yakni menjalani proses mastering di Memphis, AS, tepatnya di studio Euphonic Masters, dengan sound engineer Brad Blackwood. Album ini diprediksi akan menjadi album yang banyak digemari dan menjadi best seller. Kalaupun prediksi tersebut meleset, paling tidak Alexa telah berhasil membuat karya yang cerdas dan elegan. (Dhika)

Jawa Pos.com : Beri Senyum untuk Pembajakan

May 24th, 2008 by antomrsuperstar

Kamis, 15 Mei 2008,

Komunitas musik rock lokal punya pendatang
baru yang cukup potensial. Sebuah band fresh asal Jakarta bernama
Alexa. Pada 7 Mei lalu, band yang baru melepas single Jangan Pernah
Pergi itu merilis album perdana dengan titel Alexa.

Alexa
terbentuk pada September 2007. Namun, meskipun masih seumur jagung,
band tersebut berisi personel yang cukup mumpuni di scene musik lokal.

Aqi
(vokal) adalah mantan personel band Tiket. Sedangkan Satrio (gitar)
pernah memperkuat Maliq n D’essentials. JMono adalah session bassist
band nu-jazz, Parkdrive. Sedangkan Fajar adalah penggebuk drum band
hardcore Stepforward, plus additional drummer Seringai. Sementara,
Rizki (gitar), pernah menjadi penulis lagu dan produser untuk Rebecca
dan Dewi Sandra.

Sebelumnya, personel Alexa rata-rata berasal
dari band jazz. Konsep musik mereka adalah powerpop yang berbasis
mainstream rock. Dua aliran yang cukup sulit ditarik benang merahnya.
Lantas, mengapa Satrio dkk memutuskan membentuk band dengan napas
tersebut?

"Sebab, rock adalah basic kami. Pada band-band
sebelumnya, alirannya justru nggak kita banget. Dengan membentuk band
rock, rasanya kayak kembali ke ’rumah’ yang sebenarnya," ujar Satrio,
ketika diwawancarai DetEksi Jawa Pos via telepon.

Untuk karir,
band tersebut mengaku tidak pasang target muluk-muluk. Misinya adalah
membuat pendengar musik mereka bahagia. Mereka juga ingin musik Alexa
punya pendengar sebanyak-banyaknya. "Bisa dibilang, ini proyek yang
cukup idealis, tapi santai," tutur Satrio.

Alexa pun memilih
bersikap santai terhadap beberapa hal. Di antaranya, hal-hal yang
umumnya dipermasalahkan band, termasuk pembajakan. "Sebetulnya, kita
anti pembajakan. Tapi, kalau lagu kami udah dibajak, ya mau gimana
lagi? Kami pilih senyum aja. Toh, dengan begitu, lagu kami jadi banyak
didengar," ujar Satrio. (rum/kkn)

www.hai-online.com:Alexa: Hei Alexis!

May 11th, 2008 by antomrsuperstar

Rabu (7/5) kemarin,Alexa menetapkan Alexis sebagai nama panggilan buat fans mereka.<br><br>Score, Citos ditunjuk jadi tempat untuk memperkenalkan Alexa secara resmi. Yap. Sejak Rabu (7/5) kemarin Alexa resmi punya album. Ekspresi bahagia terpancar dari wajah Satrio (gitar), Jmono (bas), Rizky (gitar), Jar (drum) dan Aqi (vokal).<br><br>Makin tersenyum lebar lantaran pesta malam itu dihadiri banyak fans dan temen-temen musisi. Lengkap. Mulai dari RAN, Anji Drive, Soulvibe sampe anak-anak Maliq and The Essential, mantan bandnya Satrio.Saat yang tepat untuk memberikan nama panggilan buat para fans.<br><br>"Terimakasih buat semua yang dateng. Terimakasih atas dukungannya. Kami menyebut kalian Alexis ya. Kalo gue bilang Alexis, kalian jawab ‘berangkat’,"bilang Aqi lantang.<br><br>"Alexis!" teriak Agi.<br><br>"Berangkat!" jawab Satrio, Jmono, Rizky dan Jar kompak. Sip! (boim) FOTO: ATHA/HAI

www.nexxg.com:Alexa, Pembela Laki-Laki Yang Powerpop

May 11th, 2008 by antomrsuperstar

Bertempat di salah satu café di Jakarta Selatan (08/05), Rabu malam
kemarin menjadi saksi kelahiran Alexa, sebuah band baru yang digawangi
oleh 5 anak muda dengan latar belakang musik yang berbeda. Dibuka oleh
RAN dan juga MC Indra Bekti, launching album pertama grup yang namanya
diambil dari bahasa Yunani dan berarti ..pembela laki-laki.. ini malam
itu dipenuhi oleh para Alexis, sebutan untuk fans mereka.

Dibuka
dengan permainan solo drum dari Jar (drummer), satu persatu personil
dari Alexa muncul ke atas panggung dan memainkan lagu-lagu mereka
termasuk single andalan mereka "Jangan pernah Pergi". Bahkan mereka pun
sempat membawakan lagu "Discotheque" yang dipopulerkan oleh U2.

Band
beranggotakan Satrio (gitar), Aqi (vokal), JMono (bas), Rizky (gitar)
dan Fajar (drum) ini sebenarnya baru saja terbentuk sekitar 7 bulan
lalu ini, tepatnya September 2007. Berawal dari keinginan Satrio yang
juga mantan personil Maliq & D..Essentials untuk membentuk band
beraliran alternative rock seperti kesukaannya selama ini, maka
bertemulah ia dengan JMono (ex-Parkdrive) yang ternyata juga memiliki
keinginan yang sama. Dari situ, mulailah mereka mengajak beberapa teman
yang juga punya latar belakang musik berbeda untuk bisa menghidupkan
Alexa. Aqi (ex-Tiket), Rizky (Manis Sedap Songwriting Team) dan Jar
(Stepforward) pun akhirnya bergabung kemudian untuk membawakan 11 lagu
dalam album debutan mereka yang sebagian besar adalah karya cipta
Satrio.

Walaupun memiliki latar belakang musik yang berbeda,
mereka berlima sepakat untuk mengusung aliran powerpop untuk proyek
musik terbaru mereka ini. "Ini yang kita mau, aliran musik mainstream
rock atau powerpop," tukas JMono ketika ditanya. "Makanya, di album ini
setiap masing-masing personil merasa terlahir kembali dengan musik yang
berbeda dengan yang sudah pernah dibawakannya dulu, makanya konsep
cover albumnya pun kita gambarkan dengan bayi yang seakan terlahir
kembali melalui Alexa." Lanjutnya lagi.

Dan karena itu pula,
Alexa didaulat untuk menjadi pembuka konser dari The Click Five, dalam
rangkaian tur mereka ..Modern Minds and Great Times World Tour 2008..
ditanggal 4 Juni nanti. Pemilihan ini sendiri berdasarkan hasil
persetujuan dari pihak manajemen The Click Five karena seperti yang
diketahui, band asal Amerika ini pun mengusung aliran musik dengan
genre powerpop.

Apapun itu, bertambah lagi semarak musik
Indonesia dengan lahirnya Alexa yang dinaungi oleh Warner Music
Indonesia dan Soundsation ini. Sebelas lagu dalam album perdana mereka
yang mengusung tema cinta dianggap bisa mencerminkan awal karir mereka
baik dari segi musik dan lirik ini dicoba dijabarkan dengan cara yang
tidak cengeng. (ta/wmi)